ISLAMI, Kisah

Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya

Mengingat kembali akan Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya.
Kata Rasulullah Saw,
Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga paling akhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka saat mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir, bagaimana caranya bisa miskin kembali supaya masuk syurga di awal.
Selepas Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga yang sama dengan harga kurma yang bagus.
Semuanya bersyukur..
Alhamdulillah..
Kurma yang tadinya dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras.
Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.
Sahabat gembira…
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua bahagia..
Sahabat lain gembira sebab ada kurmanya terjual.
Abdul Rahman bin Auf r.a pula gembira karena… Jatuh miskin.
….
Maa Sya Allah.. Hebat kan?
Coba kalau kita?
Bisnis Goyang sedikit,
Baru 1-2 hari tidak closing, sudah teriak tak tentu arah.
Pusing, stress..
Menyalahkan supplier yang telat kirim,
Kesal karena targetnya PHP, rewel dan sebagainya.
Abdul Rahman bin Auf r.a jusru merasa sangat lega, karena tahu akan bakal masuk surga duluan.
Iya lah, karena sudah miskin.. Hehe
Namun..
Subhanallah..
Rencana Allah itu memang selalu paling terbaik.
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, bahwa Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabak penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah Kurma busuk..
Utusan Raja Yaman itu berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa…
Allahu Akbar..!!
Jadi..
Yang beri rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk ?
Allah SWT lah yang Memberi Rezeki.
Yakinlah bahwa rezeki itu Mutlak dari Allah. Bukan karena bisnis kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik, yang nantinya akan memberikan kita penjualan dan keuntungan yang banyak.
Kadang-kadang, Keyakinan dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat…
“Kita bisa merencanakan sesuatu, tetapi Allah juga telah merencanakan segala sesuatu bagi kita”
Semoga ini selalu menjadi pengingat bagi saya dan mereka yang sedang berbisnis.
Pengingat baik dalam kondisi yang lapang maupun bisnis sedang di Uji oleh Allah..

Aamiin.

Iklan
DOA, ISLAM, ISLAMI, Tak Berkategori

Tentang Hari Jum’at

Blog Khusus Doa – Tentunya sudah pada tahu bahwa hari jum’at adalah hari yang penuh barokah. Hari dimana manusia pertama (Nabi Adam) diciptakan, hari dimasukkan dan dikeluarkannya Nabi adam dari Syurga. Hari dimana dosa-dosa akan diampuni yakni hari jum’at. Maka dari itu, perbanyak berdoa kepada Allah SWT di hari jum’at ini sangat bagus kita lakukan untuk memohon pengampunan dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya. (HR Bukhari)

Seperti dilansir dari laman islam pos, salah satu ibadah yang dapat kita lakukan ialah berdoa kepada Allah SWT. Memohon kepada-Nya atas apa yang kita butuh dan inginkan. Kita gantungkan segala permasalahan hidup ini kepada Allah SWT. Dan yakinlah Allah pasti mengabulkannya.

Meski begitu, tak ada salahnya bagi kita untuk mencari waktu yang tepat dalam berdoa. Sebab, ada beberapa waktu yang bisa kita gunakan untuk berdoa agar lebih mustajab atau lebih memiliki harapan besar dikabulkannya doa. Nah, salah satunya pada hari Jumat. Tetapi, hanya pada waktu khusus saja. Kapankah itu?

Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah membicarakan perihal hari Jumat. Beliau bersabda,

“Pada hari itu (hari Jumat) terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba berdiri melaksanakan shalat dan berdoa memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut, melainkan Allah pasti akan mengabulkannya.” Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menggambarkan singkatnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya, pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang Muslim mendapatkan waktu tersebut kemudian ia meminta kepada Allah suatu kebaikan, melainkan Allah pasti memberinya, yaitu setelah ashar,” (HR. Ahmad).

Dari Jabir RA, dari Nabi ﷺ bersabda,

“Hari Jumat ada dua belas jam. Di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah akan mengabulkannya. Oleh karenanya, carilah ia pada saat-saat terakhir setelah shalat ashar,” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata,

“Abdullah bin Umar berkata, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyampaikan hadis dari Rasulullah ﷺ mengenai satu waktu yang terdapat pada hari Jumat?’ Aku menjawab, ‘Ya, aku pernah mendengar ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Waktu tersebut berlangsung antara duduknya imam sampai selesainya shalat’,” (HR. Muslim).

Ibnul Qayyim dan selainnya dari kalangan ahlul ilmi menguatkan bahwa satu waktu pada hari Jumat itu adalah setelah shalat ashar.

Ibnul Qayyim berkata, “Menurut pendapat saya, waktu shalat juga merupakan waktu yang dimungkinkan terkabulnya doa. Jadi, keduanya merupakan waktu mustajab, meskipun satu waktu yang dikhususkan di sini adalah akhir waktu setelah shalat ashar. Satu waktu tersebut telah ditentukan dari hari Jumat; tidak maju dan tidak mundur. Adapun waktu shalat, ia mengikuti shalat itu sendiri; maju atau mundurnya. Sebab, dengan berkumpulnya kaum muslimin, shalat, kekhusyuan dan munajat mereka kepada Allah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap terkabulnya doa. Dan waktu di mana kum muslimin sedang berkumpul, maka doa pada saat itu sangat berpotensi terkabul. Dengan demikian, semua hadis yang disebutkan adalah sesuai…” (Zadul Ma’ad dengan tahqiq Al-Arnauth [2/394]).

Teman-teman, marilah kita manfaatkan keberkahan hari jum’at ini yang dapat kita temui seminggu sekali dengan memperbanyak amal-amalan yang baik serta berdoa memohon ampunan hanya kepada Allah SWT.

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang sholih, orang-orang yang bertaqwa. Amin Ya Robbal ‘Aalamiin. Semoga sedikit artikel ini bermanfaat bagi kita semua.