CERPEN

CINTA TAK SELALU INDAH!

Hari itu aku mulai bekerja seperti biasa seperti hari – hari sebelumnya. Sebut Saja nama ku Sonia aku bekerja di perusahaan swasta tepatnya di PT. Sarana Kreasi baru 3 (tiga) bulan aku bekerja disana tapi kenyamanan dan kebersamaan sudah ku dapatkan.
Aku melihat jam yang kupakai di tangan kiriku dan jam menunjukan pukul 12.00 WIB dan ku lihat seseorang dengan mengenakan seragam yang sangat rapi sedang berdiri depanku. “Maaf, Mau bertemu siapa ya? “ tanya ku. “oh ya saya Eka, saya ingin bertemu ibu Dewi HDR di perusahaan ini” jawabnya dengan sopan. Lalu aku mengantar orang itu ke ruangan ibu Dewi.
“Tok..tok..took.. Permisi bu Izin Masuk ” aku mengetuk pintu ruangan bu Dewi
“Silakan masuk” Jawab Ibu Dewi
“Permisi bu ada yang ingin bertemu dengan ibu, ini orang nya..silakan” kataku
“oh ya silakan duduk disini ya” bu dewi berdiri sambil mempersilakan Eka duduk dan aku lekas bergegas meninggalkan ruangan itu. Dan ketika aku baru melangkah bu dewi memanggilku
“Sonia tunggu sebentar, jadi Eka ini yang nanti akan menggantikan Santoso menjadi partner kerja kamu ya”
Aku sedikit bingung dengan perkataan ibu Dewi , lalu bu Dewi melanjutkan “oh ya saya lupa kasih tau kamu , kalau santoso sudah mengajukan surat pengunduran diri nya. Dia disuru orang tuanya fokus untuk kuliah dulu. Jadi saya sengaja memanggil eka ini untuk menggantikan santoso menjadi teman dan tempat duduk nya pun sama di tempatnya santoso” bu Dewi tersenyum
Aku pun mebalas senyuman bu dewi dengan sedikit cengiran karna aku sedikit terkejut dengan berita ini. Tapi ya sudahlah namanya juga dunia kerja pasti ada aja teman yang seli berganti.
****
“Selamat Pagi”
Aku membalikan badan dan menjawab ucapan itu “Selamat Pagi” dan ternyata itu Eka
“Eh silakan” aku mempersilakannya duduk di sebelahku
Mulai dari hari itu aku punya teman kerja yang baru dan menurutku Eka Cerdas, tanggap, rajin,gapernah mengeluh dengan kerjaan dan suka membantu. Bahkan terkadang dia banyak membantu kerjaanku. Kadang membuat ku jadi semakin malas hihi
Sampai pada suatu hari kami diharuskan mengerjakan proyek yang membuat kami sibuk dan mengharuskan diri untuk lembur hingga larut malam dan kejadian itu berlangsung sampai 3 minggu. Dan diwaktu itu aku sampai melupakan kesehatan bahkan untuk mengurus diri saja tidak bisa. Tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi tanggung jawab ku dan eka.
Eka itu umurnya 2 tahun diatas ku dan aku sudah mengaggapnya seperti kakak sendiri. Semakin lama kenal aku semakin sedikit tahu kalau dia orang nya perhatian dan sangat baik. Kita sangat dekat saat itu. Hingga suatu hari aku jatuh sakit dan tidak bisa dating ke kantor.
“Kak Eka maaf ya hari ini aku kayaknya gabisa masuk deh, aku lagi gaenak badan banget nih, maaf ya” isi pesanku untuk Eka. Tapi dia tidak balas pesanku. Ya sudahlah mungkin dia sibuk, lalu aku memutuskan untuk istirahat tidur.
***
“assalamualaikum tok tok tok…”
Aku terbangun mendengar ada suara yang mengetuk pintu kamar kosku, lalu aku membuka pintu.
“eh kak eka.. ko bisa sampai disini? (menengok jam di didinding kamarku) ini juga belum jam pulang kerja,?” tanyaku
“eh iya nih Nia, tadi aku abis makan siang di warung itu (menjuk suatu warung tak jauh dari rumahku) sekalian deh mampir danbawa ini ( menyerahkan bungkusan yang berisi makanan)”
“loh ini apa kak? Ko repot – repot sih ? jadi gaenak, mhh tapi ngomong-ngomong kakak tau dari mana kosan ku disini”
“aku ga sengaja kemarin pas pulang liat kamu disini dan aku pikir pasti ini kosan kamu” jawabnya dengan senyuman
“oh begitu ya, yaudah yuk masuk masa tamu di depan pintu doangan hehe’’
***
Dan Hubungan kakak adik ini pun berlanjut menjadi semakin dekat sekali, kita sering makan bareng, pulang bareng, nonton bareng dan jalan – jalan kemanapun aku mau dan ntah bagaimana dan kapan waktunya aku tak tahu Eka bisa menaruh hati dengan Ku. Ku pikir ini tidak mungkin karna posisi kita disini sebagai kakak adik. Eka yang selalu memberi perhatian ku lebih lebih dan pehatian yang mungkin belum pernah ku dapatkan sebelumnya dari orang lain. Dan eka benar – benar merubah hidupku. Dia membuat separuh dari hidupku menjadi dia. Dia mampu menjadikan dirinya semangatku , yang membuat aku bahagia setiap hari karnanya. Dan pada akhirnya hatiku pun terpaut oleh nya.
Sebulan berjalan hubungan kami berjalan. Kami sangat bahagian dengan hubungan yang kami miliki ini, rasa nyaman ini membuat ku smakin takut kehilangan nya. Dia berjanji akan selalu ada untukku. Akan selalu ngertiin aku. Dan hubungan kami berlanjut hari demi hari dengan perhatian yang dia berikan itu aku kini benar benar mencintainya. Dia merubah hidupku. Dia mampu membuatku hanya terpaku padanya. Dan sejak aku mengenal nya tidak ada seorangpun yang mampu menarik hatiku karna bagiku dialah yang paling menarik dia Cuma satu dihatiku dan sepenuhnya. Disitu aku sangat merasa bahwa aku benar-benar dicintai olehnya. Ya eka dia yang mampu membuat aku merasa berharga dan dihargai. Dan dia mampu merubah hidupku. Aku mulai tergantung olehnya.
***
Setelah setahun hubungan yang kami jalani dia memutuskan untuk pindak kantor dan dia ternyata sudah mendapatkan pekerjaan tanpa sepengetahuanku. Yang membuat ku sedih adalah ada perubahan yang terjadi dengan dirinya. Dia lebih sering memarahiku, perhatiannya pun sudah berkurang, bahkan tidak pernah memberi kabar. Disaat itu aku sangat sedih ntah bagaimana aku harus menjelaskan bahwa aku merindukan dirinya yang dulu. Sedangkan saat ku bilang rindu dia tak pernah menanggapinya. Hari demi hari hubungan ini lebih sering di hampiri pertengkaran. Bahkan sampai lost kontak dan tak saling memberi kabar. Begitu terjadi terus menerus hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan menyelesaikan hubungan ini. Karna ku tahu apa yang aku perjuangkan ini adalah nol. Maka buat apa aku pertahankan lagi dan membiarkan diriku tersakiti.
Ketika dia mampu membuatku mencintainya, lalu mengapa dia pergi dan tak mempertanggung jawabkan yang dia lakukan itu. Sakit ini membuatku trauma dengan mencinta atau dicintai. Mungkin inilah kisah sesungguhnya bahwa kisah cinta tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan.

Iklan
CERPEN

“ Racun Kecil ”

Oleh: Feni Lintang Utari

Hari ini tak tertahan kan untuk menahan rasa sakit hati yang aku rasakan saat mendengar perkataan saudara ku yang menghina keluargaku.
“ sebenernya dari dulu saya tuh benci sama roni ( ayahku), apalagi kalau melihat wajahnya pengen muntah saya! kalau tidak kasihan dengan ersa ( ibuku) aku tak mau menampung anak-anaknya yang menyusahkan ini” kata kakak perempuan ibuku. Ia yang sedang berbicara dengan tetangga –tetangga, mungkin ia berfikir bahwa aku yang berada dikamar sudah tertidur makanya ia berani berkata seperti itu dibelakangku.
Aku menangis seketika aku mendengar perkataan itu. Aku sangat benci dengan nasib yang aku terima dalam hidup ini. Aku rasa aku ingin meninggalkan rumah yang sudah seperti neraka ini bagiku, tapi aku lebih berfikir panjang lagi . jika aku pergi bagaimana dengan adik ku dan juga pasti ibuku kan lebih sedih saat aku pergi, setelah berfikir panjang aku akhirnya memutuskan untuk bersabar semua demi adik dan ibuku.
Ketika aku harus mengulang cerita masalalu ku , dimana aku harus mengulang juga ceritaku yang sangat menyiksa batin pada saat itu. Aku renata putri, anak kedua dari tiga bersaudara. Aku adalah anak yang hidup sederhana bersama keluargaku yang bisa dikatakan tak harmonis. Kami hidup terpisah mulai dari ibuku yang harus berkerja diluar kota yang mana aku harus tinggal bersama saudara dari ibuku, aku tinggal disana hanya berdua dengan adik ku sasa sedangkan kakak ku tinggal dikampung yang tak jauh dari rumah saudara ibuku ini . kira-kira hanya 2 jam perjalanan waktu tempuh nya dan ini sejak kepergian ayahku tiga tahun yang lalu.
Menurut ku kebanyakan orang aku seperti laki-laki atau yang yang biasa disebut Tomboy. Tapi, akupun tak pernah risih dengan panggilan itu karena mungkin pertama aku sudah terbiasa dengan panggilan itu. Menurutku aku orang nya asik hehe ya itu sih menurutku , kalau menurut orang lain aku tak tahu. Sudah sekitar 3 tahun aku berada dirumah ini yang penuh akan tekanan batin yang mungkin membuat aku pusing dan selalu merasa tertekan . Dengan perasaan seperti itu aku selalu mendiam dan murung, bukan karna aku pendiam mungkin semua karna masalah yang terjadi. Setiap hari aku dimarahi oleh saudara ibuku itu ! aku tak mengerti dengan keadaan yang aku alami, lalu aku harus cerita dengan siapa?! Sedangkan aku bukan orang yang mudah percaya dengan orang lain. aku merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan hidupku , selain jauh dari orang tua , aku juga selalu tertekan. Aku tak ingin menjadi anak yang lemah. Tapi keadaan ini memaksa ku untuk menjadi seperti anak yang tak berguna, aku hanya bisa menangisi setiap keadaan yang terjadi, mulai dari disalahkan, dituduh mencuri uang, bahkan dicaci-maki, belum puas dengan itu semua, selama 3 tahun aku tinggal disana sudah 3 handpone yang hilang. Aku merasa sedih dengan semuanya. Aku tak pernah merasakan bahagia, bukan karna aku suka mengeluh tapi ini faktanya , kehidupan pahit ini harus aku alami diumurku yang masih belia ini. Aku sungguh merasa bahwa aku Depresi. Aku selalu menangis disetiap malamku. Tak lepas dari itu, sejak saat itulah aku sering sakit-sakitan.
“ Rena main yuk!!! bawa gitar ya men..” suara bagas yang tiba – tiba memecah lamunanku.
Bagas adalah teman mainku dirumah kami sering menghabiskan waktu malam dengan bermain gitar. Walau aku belum terlalu bisa tapi aku yakin aku akan bisa jika aku belajar. Teman mainku lainya adalah Robi, Malik, dan oji. Kami biasanya main di jalan tengah yang berada didekat rumah ku. Suasana malam ini disana sangat sejuk ditambah angin yang berhembus dan juga langit yang di penuhi dengan bintang-bintang. Jalan tengah itu adalah jalanan kosong yang jarang digunakan pengendara bermotor karna jalanya yang gelap. Tapi bagiku jalan itu dijadikan tempat untuk bermain dimana aku dan teman-temanku bisa mengekspresikan diri dengan bernyanyi dan mendendangkan suatu tembang yang di ayun kan melalui suara petikan- petikan gitar yang memecahkan suasana sepi di jalan tengah ini.
Sambil mengisap sebatang demi sebatang rokok Bagas, Robi, Malik dan Oji bernyanyi riang. Aku tau posisiku saat itu adalah bermain dengan orang yang salah. kenapa?! Karna aku bermain dengan teman – teman ku yang rata- rata seorang perokok. Tapi hal itu tidak membuatku untuk mencoba apalagi sampai minum – minuman keras seperti apa yang mereka lakukan .
“ Ren, Coba Deh . . .” Oji menyodorkan sebatang rokok yang sudah menyala kepadaku.
“ Maksud lo apa? Ngasih gue ginian? “ bentakku
“ oh lo jangan salah paham dulu rena. . .” ia mencoba menenangkanku dan ia langsung menghisap kembali rokok itu.
“ gue cewek baik – baik ya, sampai kapanpun gue gaakan mau mencoba barang seperti itu. Catet dan inget diotak lo! “ aku menunjuk kepalanya.
“ oh sebelumnya sorry ya ren. . Tapi sebelumnya lo gausah muna deh, gue tau keluarga lo , gue tau masalah –masalah lo dan gue juga tau semua tentang lo!!! Dan dengan pertemanan kita yang selama ini gak mungkin gue gatau tentang hidup lo, disini gue cuma mu bantu lo untuk tenang dan tetep santai sist untuk menjalani hidup ini “ ia tetap saja membujuk ku yang kini mulai kesal.
Bagas , Robi dan Malik mulai terdiam dan mendengarkan percakapan kami.
“ Sampai kapan pun gak akan pernah gue mencoba barang itu!!!” tegasku
Lalu aku mengambil gitarku dan lantas pergi dari situ
“ Tunggu Ren. .. .” Malik menarik tanganku
“ ada apa sih lik? Gue gamau ya berteman sama orang yang salah . mungkin selama ini memang gue terlalu bodoh mau berteman sama kalian! Seorang perokok dan secara gak langsung kalian akan membunuh gue dengan barang itu !” tegasku
“ oke .. oke.. ren dengerin gue dulu ya. Jangan emosi gitu dulu ..” ucap malik
“ Stop untuk melarang gue, sumpah ya, gue udah males main sama kalian, apa untung nya gue main sama kalian, jika gue harus terjerumus dalam pergaulan yang salah. Pertemanan yang benar bukan malah menjerumuskan temannya ke jalan yang salah. ” jawabku .
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang kini terdiam dan suasana pun menjadi hening seketika tak ada suara alunan petikan gitar bahkan suara makhluk pun tidak ada.
***

Matahari kembali menyapa langit yang kini mulai menuju warna kebiruan menambah indahnya suasana pagi yang sejuk ini belum lagi suara burung yang berkicau seolah memainkan sebuah lagu yang indah dan merdu.
Aku mulai memakai sepatu yang bermerk ‘All Star’ dengan sepatu tinggi dan tali yang panjang mempersulitku untuk memakainya, belum lagi jam sudah menujukan Pukul 06.25. sedangkan jam masuk sekolahku pukul 06.30. kini aku mulai tergesa – gesa dalam menjalani panjangnya jalan ini, aku lari dengan kecepatan tak karuan. Untungnya sekolahku tak jauh dari rumah, ya kira – kira 100 meter, jadi aku bisa menempuh nya dalam waktu yang singkat. Aku kembali melihat jam dan langsung berlari sekeras mungkin. Rok yang sempit dan ketat ini tak ku hiraukan lagi, yang ada dipikiranku kini hanya agar aku dapat kesekolah dengan waktu yang tepat dan tidak telat. Aku tidak ingin telat kesekolah karna aku akan menjaga image baikku sebagai murid teladan di sekolah. Dengan disiplin, kita akan terbiasa dalam menghargai waktu yang berputar dengan cepatnya.
“Jane mana? “ tanyaku kepada sari, jane adalah teman sebangku ku disekolah.
“ Sepertinya dia tidak masuk, dia bilang kalau ibunya sakit dan harus dioprasi hari ini” sari menjawab pertanyaanku
“ oh makasih ya sar..” aku tersenyum lalu melanjutkan untuk duduk dibangku dengan urutan nomor 3 dari depan.
Aku merasa sepi hari tanpa adanya jane disampingku, aku berencana ingin menjenguk ibunya sepulang sekolah nanti.
“ sar ibunya dirawat dimana? Ruang apa? “ teriaku
“ rumah sakit budi sejahtera ruang banggo “ jawabnya
“ thanks ya sekali lagi “ aku kembali duduk.

Aku sangat malas untuk sekolah hari ini, padahal aku ingin cerita mengenai kejadian malam kemarin. Huftt, ya sudahlah nanti saja aku menjenguk ibunya. Tapi aku bingung aku mau naik apa kesana . sepertinya tak masalah jika aku jalan kaki saja. Tapi jalanannya jauh, ah terserahlah aku jalan saja.
***
Panasnya matahari sangat terik hari ini sampai – sampai kulitku seperti mau hangus dibakar matahari. Rasanya pun sangat terik,aku jadi malas jalan nih. Tapi semua demi temanku si jane.
D ijalan aku bertemu dengan robi, malik dan bagas aku bingung apa yang harus aku lakukan sedangkan aku masih sebal dengan masalah yang semalam.
“ Renataa….” terikan itu seperti memanggil namaku , aku menoleh kebelakang dan mencari yang memanggil namaku. Oh ternyata ia adalah robi yang berada tepat dibelakangku, aku sangat risih dengan keberadaan dia disini.
“ Ren tunggu gw pengen ngomong sama lo! ” robi menahan pundakku
“ ada apa lagi sih rob, sudah ya cukup gue males berdebat ama lo semua ! ” ucapku.
‘Teng teng teng dung tang tang dung teng teng ” ( Suara hp ku berbunyi)
“ hallo jane apa kabar? Gw pengen ke rumah sakit nih menjenguk ibu lo” aku langsung menyela pembicaraan
“ rena . .lo bisa kesini ga? Ibu gue lagi kritis gue gatau harus gimana? Rena please kesini gue butuh temen “ dengan sambil menangis jane menuruhku untuk ke rumah sakit.
“ oke.. oke.. gw kesana sekarang” aku langsung naik motor si robi dan jalan menuju rumah sakit.
Sesampainya disana aku sungguh tak tega melihat jane yang sedang menangis , ia duduk dipojokan diantara meja dan kursi sungguh dia seperti anak yang depresi sangat ketakutan, mungkin karna dia anak tunggal dan tak memiliki ayah makanya dia ketakutan, aku tak tega akhirnya akupun meneteskan air mata , bukan karna lemah aku menangis tapi karna hatiku sudah tak kuat menahan rasa sedih yang sangat amat ini.
“ renaa… “ jane memelukku
“ iya jane ada apa? Gue sudah ada disini lo jangan sedih ya jane” sahutku
“ gue gakuat ren, gue gak sanggup, gue gatau harus bagaimana lagi tapi. gue juga gakuat melihat ibu gue yang sedang kritis didalam dengan kondisi yang sedikit mengenaskan , luka yang ia miliki semakin hari semakin melebar dan dia juga sesak nafas, aku takut renataa, aku harus bagaimana dengan keadaan ini” dia menangis dipelukanku
“ memangnya ibu lo sakit apa ? sudah lo yang sabar ya ada gw disini” aku mengusap – usap kepalanya.
“ dia mengidap penyakit kangker paru – paru ren, ibu gw itu sering banget merokok , mungkin karna masalah yang selalu terjadi di kehidupan gue, mulai dari ayah yang selingkuh, saudara yang selalu mencampakan dia dan bos yang selalu memaksa dan menuntut hutang – hutang nya , apa ya salah gue sampai gue bisa merasakan kehidupan yang pahit, tuhan memang jahat sama gue, semua terasa gak adil buat gue “ .
“ ren tuhan itu gajahat ren lo gaboleh ngomong kaya gitu, tuhan tidak akan memberika cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya dan tuhan memberikan cobaan juga karna ia sayang sama lo. Jangan berfikir bahwa allah jahat, dan satu lagi jangan pernah mengeluh dengan masalah ini jangan pernah membuat lo lemah, kita wanita! kita adalah makhluk terkuat dimuka bumi ini. Tetaplah semangat ya , liat aja gw berapa banyak masalah gw, berapa kali allah memberi cobaan ke gw, tapi gw masih bisa tertawakan sama lo sama kalian dan sama mereka karna gw yakin karna semua kan berakhir dengan indah” ucapku
“Kreekkkkk” ( suara pintu ruang UGD dimana ibu jane di rawat)
Dengan muka yang lemas dan sedih datang menghampirikami yang sedang duduk di kursi sebelah pintu.
“ saudara jane saya sangat menyesalkan semua ini bukan karna saya tak mau tapi tuhan berkhendak lain saya harap kamu bisa bersabar ya “ ucap dokter yang tiba – tiba memecah percakapan kami.
“ jadi maksud pak dokter ??!!!!” tanya jane
“iya jane saya minta maaf” lantas dokter itu melanjutkaan
Jane tak kuasa mendengar kabar yang sangat buruk itu, kini ia hanya sebatang kara dan bingung mau melakukan apa , ia memang anak yang terlahir dari keluarga tak sempurna , dan juga kini ia harus menerima bahwa ia harus kehilangan ibunya juga. Sungguh malang nasib jane.
“ jane sayang sabar ya jane disini gw dan robi akan selalu ada buat lo, jagain lo dan bersama – sama terus sama lo, lo jangan sedih ya “ ucapku
Aku juga sebenarnya bingung dengan semua ini, aku yang hidup dengan sejuta masalah masih bisa bersabar dan bertahan dengan berbagai macam cobaan, tapi semua itu tak akan membuatku menyerah dalam melawan pahitnya kehidupan yang sedang kita jalani, mungkin aku boleh berteman dengan laki – laki tapi aku tidak harus menjadi seperti laki- laki malah kujadika itu sebagai tempat untu berbagi. Kedua aku berteman dengan seorang perokok bukan berarti aku juga harus merokok atau bahkan dipaksa untuk merokok. Ketika aku selalu di marahi oleh oleh sudara ibuku itu aku dapat menahan semua cacian walau sebenarnya aku tak bisa. Tapi apasih yang tak bisa dilakukan didunia ini jika aku berusaha.
“ Lo bisa lihat sendiri kan rob, karena rokok lo bisa kehilangan seseorang yang paling lo cintai sekalipun. Gue semalem marah sama lo bukan karna gue benci semua itu karna gue sayang sama lo, jadi gue harapkan kita bisa menjalin lagi pertemanan ini dari awal dan menjadika ibunya renata sebagai contoh, bahwa rokok itu pembunuh bukan penyelesai masalah, tetaplah berpegang teguh sama allah karna allah adalah satu – satunya tempat dimana kita harus berharap dan mengadu “ ucapku.

Exp: Jakarta, 26 September 2014